Rabu, 01 Juli 2015

SOFTSKILL - PEREKONOMIAN INDONESIA




1.      Apa yang anda ketahui tentang perekonomian Indonesia? Jelaskan!

Jawab:
Menurut saya, sistem ekonomi merupakan kumpulan dari kebijakan-kebijakan maupun aturan-aturan yang saling berkaitan guna mencapai kemakmuran dalam suatu pemerintahan. Sistem perekonomian yang dijalankan di Indonesia tersebut berpedoman pada Pancasila. Oleh karena itu, secara normatif Pancasila dan UUD 1945 menjadi idiil sistem perekonomian Indonesia.

Seperti yang tercantum dalam UUD 1945 bahwa “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.”, dengan adanya sumber daya alam yang berlimpah dapat dipastikan Indonesia menjadi Negara yang sangat berperan penting atau berpengaruh di ruang lingkup global. Hal tersebut turut mempengaruhi sistem perekonomian Indonesia itu sendiri. Di sisi lain pun Indonesia juga ikut mengikuti perkembangan perekonomian global yang tak jarang juga mempengaruhi ekonomi Indonesia, misalnya perkembangan valuta asing. Sehingga Indonesia diharuskan untuk terus mengikuti perkembangan harga valas tersebut dan berusaha mengimbangi perkembangan harga valas demi tercapainya kelangsungan perekonomian tanah air.

2.      Jelaskan masalah yang menjadi tantangan perekonomian Indonesia di masa yang akan datang!

Jawab:
1.      Perekonomian di masa kedepan akan semakin terintegrasi ditandai adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang berlangsung mulai tahun 2015.
2.      Ekonomi masa depan akan ditandai fenomena teknologi dan ilmu pengetahuan yang semakin menunjukan intervensinya terhadap perekonomian.
3.      Semakin tinggi tuntutan keadilan serta tuntutan penurunan kemiskinan secara global serta  tuntutan untuk meningkatkan kualitas kehidupan umat manusia.
4.      Semakin tingginya tuntutan akan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
5.      Bergesernya kutub pembangunan dari barat ke arah timur terutama kawasan Asia Pasifik.
6.      Sekitar 23% penduduk di dunia merupakan umat islam yang tersebar di berbagai negara,yang akan memberikan kontribusinya kepada perekonomian melalui konsep ekonomi syariah.

3.      Sebutkan 6 indikator pengelolaan utang RI membaik versi pemerintah!

Jawab:
1.      Utang nominal bertambah tapi PDB naik tajam sehingga rasio utang/PDB turun tajam terutama sejak 2005.
2.      Tambahan pinjaman luar negeri netto negatif sejak 2005, artinya Indonesia membayar pinjaman luar negeri jauh lebih besar dari penarikan pinjaman baru. 
3.      Utang yang bertambah (nominalnya) adalah dalam bentuk Surat Berharga Negara (SUN & Sukuk) rupiah yang diterbitkan di dalam negeri agar dapat mengurangi pinjaman luar negeri sekaligus mendorong pengembangan pasar modal.
4.      Rezim sebelum Pemerintahan saat ini mengandalkan penjualan aset negara melalui privatisasi dan penjualan aset bank rekap. 
5.      Dalam sejarah kredit rating RI, selama rezim sebelum SBY pernah mengalami 'SELECTIVE DEFAULT' 2 kali. Artinya, perekonomian negara dianggap brengsek dan tidak bisa bayar utang.  
6.      BPK telah memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian atas bagian anggaran pengelolaan utang.

4.      Jelaskan pembangunan berwawasan nusantara!

Jawab:
Pembangunan berwawasan nusantara sebenarnya tidak lain adalah pembangunan yang berwawasan ruang. Pembangunan berwawasan ruang (ekonomi regonal) tersirat dalam argumentasi Myrdall dan Hirschman, yang mengemukakan sebab-sebab daerah miskin kurang mampu berkembang secepat seperti yang terjadi di daerah yang lebih kaya (Suroso, 1994).
Dilihat dari dimensi ekonomi-regional, Indonesia menghadapi dilema dualisme teknologis, yakni perbedaan dan ketimpangann mengenai pola dan laju pertumbuhan di antara berbagai  kawasan dalam batas wilayah satu negara. Dilema teknologis menonjol karena adanya  asimetri (ketidakserasian) antara lokasi penduduk dan lokasi sumber alam (Soemitro Djojohadikusumo, 1993).


5.      Mengapa sector industry dapat berkembang pesat di Indonesia?

Jawab:
Perkembangan industri melibatkan berbagai penemuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di Indonesia, kegiatan pembangunan ditunjang oleh tumbuhnya berbagai jenis industri dengan berbagai jenis kegiatan. Di Indonesia, aneka industri memanfaatkan teknologi yang lebih sederhana dan memperluas kesempatan kerja, sehingga disini dapat menyerap tenaga kerja. Jadi, dengan aneka industri, pembangunan Indonesia dapat maju bahkan berhasil memproduksi barang ekspor.

6.      Sebutkan ciri utama perekonomian Indonesia!

Jawab:
1.    Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan
2.    Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajad hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
3.    Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
4.    Warga negara diberikan kebebasan untuk memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak
5.    Sumber-sumber kekayaan alam dan keuangan negara, dipergunakan dengan permufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat
6.    Hak milik perseorangan diakui dan pemanfaataanya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
7.    Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan secara penuh, sepanjang tidak merugikan kepentingan umum.
8.    Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara


7.      Sebutkan faktor-faktor penyebab krisis di Indonesia tahun 1998!

Jawab:
1.      Stok hutang luar negeri swasta yang sangat besar dan umumnya berjangka pendek, telah menciptakan kondisi bagi “ketidakstabilan”. Hal ini diperburuk oleh rasa percaya diri yang berlebihan, bahkan cenderung mengabaikan, dari para menteri di bidang ekonomi maupun masyarakat perbankan sendiri menghadapi besarnya serta persyaratan hutang swasta tersebut.
2.      Terkait erat dengan masalah di atas, adalah banyaknya kelemahan dalam sistem perbankan di Indonesia. Dengan kelemahan sistemik perbankan tersebut, masalah hutang swasta eksternal langsung beralih menjadi masalah perbankan dalam negeri.
3.      Sejalan dengan makin tidak jelasnya arah perubahan politik, maka isu tentang pemerintahan otomatis berkembang menjadi persoalan ekonomi pula.
4.      Perkembangan situasi politik telah makin menghangat akibat krisis ekonomi, dan pada gilirannya memberbesar dampak krisis ekonomi itu sendiri.

8.      Tuliskan kebijakan pemerintah dalam mengatasi krisis!

Jawab:
Adapun kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengatasi krisis ekonomi di Indonesia dibuat mencakup 4 paket, yaitu:
1.      Paket pertama dibuat untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan dan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Dalam paket ini yang akan dilakukan adalah mendorong ekspor dan memberikan keringan pajak kepada industri yang berorientasi ekspor. Kemudian, pemerintah juga akan menetapkan pajak barang mewah lebih tinggi untuk mobil CBU dan barang-barang impor bermerek dari rata-rata 75% menjadi 125% hingga 150%. Lalu, pemerintah juga akan memperbaiki ekspor mineral.
2.      Paket kedua untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Pemerintah akan memastikan defisit APBN-2013 tetap sebesar 2,38% dan pembiayaan aman.
3.      Paket ketiga untuk menjaga daya beli. Dalam hal ini, pemerintah berkoordinasi dengan BI untuk menjaga gejolak harga dan inflasi.
4.      Paket keempat untuk mempercepat investasi, pemerintah akan mengefektifkan sistem layanan terpadu satu pintu perizinan investasi.

9.      Mengapa saat ini Indonesia sedang giat membangun infrastruktur di Indonesia bagian timur?

Jawab:
Sudah hampir menjadi kesimpulan umum bahwa infrastruktur adalah fundamental perekonomian Indonesia. Bahwa daerah atau kawasan Indonesia Timur merupakan wilayah strategis guna membangkitkan potensi nasional. Oleh karena itu hari ini adalah saat yang tepat guna meletakkan kemauan bersama menyusun konsep pembangunan infrstruktur kawasan Timur Indonesia yang bersumber pada kesadaran penguasaan teknologi dan keunggulan sumberdaya daerah.
Oleh karena itu, ruang lingkup dari penyusunan strategi ini mencakup seluruh aspek potensi ekonomi wilayah Indonesia Timur sebagai rumusan strategis pembangunan infrastruktur nasional, baik berdasarkan subsektor jenis infrastruktur dan maupun tipologi kewilayahan dengan basis pendekatan potensi.

Penyusunan strategi pembangunan dan pembiayaan infrastruktur kawasan timur Indonesia diharapkan dapat menghasilkan Master Plan di bidang infrastruktur yang akan mendukung skenario pembangunan era baru ekonomi Indonesia di masa yang akan datang. Master Plan ini diharapkan dapat memuat berbagai data dan informasi mengenai pembangunan dan pembiayaan infrastruktur berdasarkan skala prioritas pembangunan dan regulasi yang mendukung arah pembangunannya.


10.  “Mendapatkan keuntungan/laba maksimal dengan biaya/usaha minimal” menurut anda pernyataan ini benar atau salah? Jika benar, kenapa? Jika tidak, apa yang harus dilakukan?

Jawab:
Menurut saya benar,karena dengan mancari laba maksimum salah satu caranya dengan pendekatan marjinal. Perhitungan laba dilakukan dengan membandingkan biaya marginal (MC) dan pendapatan marginal (MR).

Laba maksimum akan tercapai pada saat MR = MC.

π = TR – TC Laba maksimum tercapai bila turunan pertama fungsi π(δ π /δQ) sama dengan nol dan nilainya sama dengan nilai turunan pertama TR (δTR/ δQ atau MR) dikurangi nilai turunan pertama TC (δTC/ δQ atau MC)
Sehingga MR – MC = 0. Dengan demikian, perusahaan akan memperoleh laba maksimum bila ia berproduksi pada tingkat output di mana MR = MC.



Minggu, 31 Mei 2015

Perkembangan Bahan Pertambangan di Indonesia dan Dunia (per Mei 2015)




Tambang mineral sejenis Batu bara makin memperlihatkan kemampuannya untuk bergerak menguat, setelah terjadi penurunan berkepanjangan pada perdagangan sebelumnya. Menurut pergerakan di bursa Rotterdam, harga batu bara pada penutupan perdagangan Selasa (26/5/2015) atau Rabu pagi WIB (27/5/2015) kontrak Juli 2015 menguat 0,27% ke 56,45/metrik ton.

Seperti dikutip Bisnis.com, Rabu (27/5) mengemukakan industri batu bara menghadapi depresi terburuk dalam beberapa dekade, di tengah persaingan yang ketat dari gas alam murah, penerapan standard emisi, dan melambatnya permintaan dari China yang menjadi konsumen terbesar di dunia dari batubara yang digunakan dalam pembuatan baja. 


Industri batu bara menghadapi depresi terburuk dalam beberapa dekade, di tengah persaingan yang ketat dari gas alam murah, penerapan standard emisi, dan melambatnya permintaan dari China yang menjadi konsumen terbesar di dunia dari batubara yang digunakan dalam pembuatan baja. "Kita yakin ada masa depan untuk industri ini," kata Analis Ekuitas Credit Suisse Group AG, Nathan Littlewood, Rabu (27/5).
"Emas telah gagal menarik peluang permintaan dari pembelian safe haven pada hari ini, meskipun terjadi penurunan tajam di pasar ekuitas Eropa dan AS," kata Analis Forex.com. Fawad Razaqzada, seperti dikutip dalam liputan6.com, Rabu (27/5).

Di sisi lain, data penjualan rumah AS juga naik lebih dari harapan pada April dan kepercayaan konsumen naik pada Mei. Ini menambah optimisme jika The Fed segera menaikkan suku bunganya pada tahun ini.




Disisi lain, pergerakan harga emas batangan logam mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun cukup banyak, hingga Rp 5.000/gram. Sementara harga pembelian kembali alias buyback turunnya lebih banyak lagi. Harga emas batangan dipatok Rp 550.000/gram, turun Rp 5.000/gram dari perdagangan kemarin Rp 555.000/gram, seperti dikutip dalam detik.com, Rabu (27/5). Sementara harga pembelian kembali oleh emiten berkode ANTM ini dari konsumen turun hingga Rp 7.000 menjadi Rp 495.000/gram, bandingkan dengan harga kemarin Rp 502.000/gram.

Untuk harga emas di pasaran dunia merosot hampir 2 persen pada Rabu pagi (27/5) didorong sentimen keperkasaan dolar Amerika Serikat (AS) dan komentar Kepala Federal Reserve Janet Yellen tentang pengetatan kebijakan moneternya. Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni turun US$ 17,10 menjadi US$ 1.186,90 per ounce. Dolar tercatat menguat 1,3 persen terhadap sekeranjang mata uang utama negara lainnya, setelah data ekonomi AS menunjukkan perbaikan, seperti rencana pengeluaran investasi bisnis yang meningkat untuk bulan kedua berturut-turut pada April lalu.




Sumber:

Senin, 04 Mei 2015

Bedah Jurnal: “ ANALISIS KINERJA PEGAWAI DI KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG”



LATAR BELAKANG

Terjadi masalah mengenai kinerja pegawai akibat dari adanya pegawai yang keluar kantor diwaktu jam kerja dengan alasan kepentingan pribadi serta rendahnya disiplin pegawai dari hasil pengamatan lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa di kecamatan gunungpati kota semarang masih terdapat beberapa pegawai yang datang tidak tepat waktu, sehingga menyebabkan tertundanya pekerjaan yang seharusnya diselesaikan tepat pada hari itu juga. Selain itu ada pula pegawai yang tidak dapat mengerjakan pekerjaan sesuai dengan target yang telah ditentukan. Ketika seorang pegawai tidak bisa menyelesaikan pekerjaan dengan benar dan mengandalkan tugas yang dibebankan kepada pegawai lain ini menunjukkan bahwa kinerja pegawai di Kecamatan Gunungpati belum optimal. Rendahnya tingkat kedisiplinan pegawai terlihat dari pegawai yang masuk kerja (jam 08.00 WIB) dan pulangnya awal (sebelum jam 14.15 WIB) dari ketentuan masuk kerja jam 07.15 WIB dan pulang jam 15.15 WIB. Menurunnya disiplin pegawai yang ditandai dengan kehadiran apel pagi dan siang. Pelaksanaan tugas rutin. Apel pagi dan siang yang mengikuti hanya sedikit dan orang-orang tertentu, ketentuan tersebut sudah diatur dalam PP No 53 tentang Disiplin Pegawai.

TUJUAN PENELITIAN
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
1.      Untuk mendeskripsikan dan menganalisis kinerja pegawai di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.
2.      Untuk mengetahui faktor-faktor penghambat kinerja di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.


METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini, penulis mengambil lokus penelitian di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Fokus dalam penelitian ini adalah Analisis Kinerja Pegawai di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Responden yang diambil untuk mendukung data kualitatif yaitu dipilih dari pengguna jasa layanan (masyarakat gunungpati yang saat itu mendapatkan layanan) sebanyak 17 orang.

SUMBER DATA/OBJEK DATA

1.      Observasi
Observasi adalah pengumpulan data dengan cara pengamatan dan pencatatan dengan sistematik, fenomena-fenomena yang diteliti, peneliti sebagai pengamat dalam hal ini untuk melihat kegiatan yang dilakukan pegawai.

2.      Dokumentasi
Dokumentasi adalah data yang diperoleh dari dokumen-dokumen aktual.

3.      Wawancara
Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti untuk mendapatkan keterangan lisan.

4.      Daftar Pertanyaan
Daftar ini berupa kuuisioner khusus untuk responden penguna jasa layanan

ALAT ANALISIS
Analisis data menggunakan teknik analisis domain dan teknik analisis scorecard.

HASIL/PEMBAHASAN
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pegawai kecamatan gunung pati termasuk unggul, hal itu dapat dilihat dari beberapa faktor yang menunjukkan kinerja unggul, yaitu kemampuan, keahlian, persepsi, attitude, personality, pembelajaran, motivasi, sumber daya, kepemimpinan, job design, kesesuaian peraturan pemerintah dengan penilaian kinerja, format penilaian kinerja di kecamatan gunungpati kota semarang, sanksi yang diberikan terjadi pelanggaran kinerja, pengaruh penilaian pendapat pribadi tentang kinerja di kecamatan gunungpati kota semarang, kesalahan yang cenderung terpusat pada kinerja di kecamatan gunungpati, gaya kepemimpinan dalam mengevaluasi kinerja pegawai di kecamatan gunungpati kota semarang, pelatihan, umpan balik, teknik penilaian kinerja yang sesuai.

Selain itu juga terdapat fenomena yang memiliki nilai sedikit kurang yaitu latar belakang dan demografi hal ini disebabkan karena masing-masing dari pegawai kurang begitu faham dan mengerti akan peran pekerjaan yang seharusnya dikerjakan dan keadaan sekitar yang terkadang kurang mendukung, padahal hal tersebut tanpa disengaja dapat mempengaruhi kinerja mereka.

KESIMPULAN
Berdasarkan dengan hasil penelitian secara garis besar dapat disimpulkan bahwa kinerja pegawai kecamatan gunungpati adalah BAIK.
1.      Kinerja
Dilihat dari beberapa faktor yaitu individual memiliki keahlian yang cukup baik, namun pada kemampuan, latar belakang dan demografi sudah baik. begitu juga dengan faktor psikologis yaitu persepsi, personality, pembelajaran dan motivasi yang sangat baik, meskipun begitu attitude pegawai di kecamatan baik.
2.      Faktor Penghambat
Ada beberapa karyawan yang diberikan pekerjaan kadang-kadang mereka menyelesaikannya tidak tepat waktu, hal ini akan berdampak pada penurunan kinerja, tetapi mereka mengatakan bahwa tidak selesainya pekerjaan tepat waktu disebabkan karena atasan memberikan pekerjaan lain diluar tupoksi yang harus diselesaikan lebih dulu, sehingga beberapa pekerjaan yang sudah dikerjakan tertunda. Padahal standart kinerja salah satunya diukur dari penyelesaian pekerjaan tepat waktu.




Sumber:
Sukmarwati, Armediana & Suryaningsih , Margaretha & Hayu, Ida. (2011). Analisis Kinerja Pegawai di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Draft Tesis.

Minggu, 29 Maret 2015

Laju Pertumbuhan Perekonomian Indonesia Selama Tahun 2014

Kondisi perekonomian di Indonesia kian membaik seiring laju pertumbuhan ekonomi global. Hal ini diperkuat sejalan adanya perbaikan ekonomi global ditengah berlanjutnya proses konsolidasi ekonomi domestik mengarah kepada kondisi yang lebih seimbang. Perkembangan terkini menunjukkan membaiknya kondisi ekonomi global dimotori oleh Amerika Serikat (AS) dan Jepang, serta indikasi pemulihan ekonomi di kawasan Eropa, China, dan India. 

Tahun 2014 merupakan tahun pemulihan dan stabilisasi ekonomi akibat fenomena kebangkrutan Lehman Brothers pada tahun 2008 serta krisis Eropa di Yunani pada tahun 2012. Untuk mengatasi fenomena krisis yang menimbulkan kepanikan pasar finansial global khususnya di Eropa dan AS tersebut, Amerika Serikat membuat sebuah kebijakan ekonomi yang tidak lazim yakni kebijakan Quantitative Easing. QE adalah salah satu kebijakan moneter yang dilakukan oleh bank sentral suatu negara guna meningkatkan jumlah uang beredar (money supply) di pasar. Kebijakan ini dilakukan antara lain dengan memangkas bunga menjadi 0,25% bahkan 0,1%, mencetak uang lebih banyak, serta dengan menyuntikkan likuiditas kepada Emerging Markets (EM)Kebijakan QE tersebut menyebabkan kelebihan likuiditas yang membuat pasar Amerika tidak dapat menyerap uang yang beredar. Hal tersebut membuat para investor lebih tertarik untuk mengalihkan dananya dari negara maju ke negara Emerging Markets (EM) sehingga menimbulkan euforia sementara kepada negara-negara EM yang kebanyakan adalah negara berkembang. 
Menengok kondisi Indonesia saat ini yang dapat dikatakan menurun dibandingkan lima tahun lalu, serta kekhawatiran akan kondisi masa depan, maka perancangan sistematis pembangunan menjadi sangat penting untuk dilakukan. Semenjak GBHN dihapuskan, negara Indonesia mengalami kebingungan arah pembangunan sebab saat ini Indonesia hanya bergantung pada RJP. Seharusnya Indonesia meniru negara China dan Korea yang telah membuat perencanaan negaranya hingga 20 tahun ke depan. Di negeri Korea, industri alat-alat berat awal mulanya dibangun sehingga sesuai prediksi, akhirnya industri elektronik bisa berkembang. Korea juga membuat perencanaan melalui sosial budaya, yaitu budaya K-POP yang telah menyerbu negara lain hingga Jepang. Pada akhirnya budaya K-POP ini berpengaruh kepada ritel Korea (Cloth Mark).
Kondisi keterpurukan Indonesia akibat tapering USA tersebut memang membawa dampak signifikan bagi perekonomian Indonesia. Tahun 2013 Indonesia menjadi negara dengan perekonomian terburuk di Asia serta nomor 2 di dunia setelah Argentina dan Peso. 
Setelah sejenak kita melihat perbandingan pembangunan ekonomi Indonesia dengan negara lain, sekarang kita lihat langkah kebijakan apa saja yang telah diambil oleh Indonesia sebagai langkah preventif untuk mengurangi defisit neraca berjalan pada tahun 2014. Menurut Gubernur BI, bagaimanapun juga, ekspor Indonesia tidak akan dapat ditingkatkan karena hal tersebut di luar kendali Indonesia. Harga barang komoditas sangat terancam oleh prospektus revolusi shale gas di USA. Terlebih adanya larangan ekspor atas beberapa logam antara lain nikel dan bauksit, tentu saja membuat neraca perdagangan Indonesia semakin minus. Dari perhitungan didapatkan bahwa pelarangan ekspor atas nikel dan bauksit itu sendiri menyumbang defisit sebesar 0,2%. 
Oleh karena itu, jalan satu-satunya yang diambil oleh Gubernur BI adalah dengan menekan pola konsumsi masyarakat yang kebanyakan merupakan konsumsi barang-barang impor. Cara pertama adalah dengan menaikkan Pajak Penghasilan atas impor sebagaimana secara eksplisit telah terlihat pada PMK-175/PMK.011/2013, bahwa impor baik dengan API maupun tanpa API atas barang-barang tertentu (sebagian besar barang-barang konsumsi), tetap dikenakan tarif 7,5% (sebelumnya impor barang dengan API hanya dikenakan tarif 2,5%. Langkah kedua adalah dengan meningkatkan PPnBM atas impor barang-barang yang tergolong lux, misalnya gadget, smartphone, dsb. Langkah selanjutnya adalah dengan menurunkan nilai tukar rupiah terhadap dollar. Saat ini rupiah telah berkisar di antara level Rp11.000 hingga Rp12.000, padahal sebelumnya hanya berkisar pada level Rp8.500,-. Diperkirakan rupiah akan terus ditekan hingga mencapai level Rp13.000 pada akhir semester kedua tahun 2014 ini dengan harapan pola konsumsi masyakat juga dapat ditekan. Kebijakan selanjutnya yang diluncurkan BI adalah penurunan jumlah kredit. Tahun lalu BI memberikan prediksi pertumbuhan kredit yang digelontorkan oleh Bank Indonesia adalah sebesar 25%. Akan tetapi pada tahun 2014 ini, BI menurunkan prediksi pertumbuhan kredit menjadi 15%. 
Terkait dengan adanya ancaman tapering USA, yield SUN Indonesia tertekan hingga mencapai level 8% ke arah 9%, padahal sebelumnya sempat mencapai angka 10-12%. Hal tersebut sebagian besar juga disebabkan oleh berkurangnya inflow modal akibat semakin ketatnya Quantitative Easing. 
Selain itu, kondisi cuaca yang tidak mendukung pada awal tahun 2014 ini tentu saja mempengaruhi kondisi perekonomian negara Indonesia. Diperkirakan akibat meluasnya banjir, barang-barang konsumsi akan semakin langka sehingga akan terjadi inflasi sebesar 8,4%. Akan tetapi akan inflasi tersebut akan turun ke base 5%-6% pada bulan Juni ketika cuaca mulai membaik. 
Beberapa faktor utama yang memperburuk perekonomian Indonesia adalah belum jelasnya aturan mengenai daftar negara yang boleh dan tidak boleh berinvestasi di Indonesia sehingga membuat investor menjadi enggan untuk berinvestasi di Indonesia. Kemudian kebijakan LTV (Loan To Value) yang lebih memperketat penyaluran kredit untuk otomotif serta rumah kedua dst. membuat pertumbuhan sektor properti dan otomotif sedikit melamban. Adanya kesenjangan UMR antara daerah dengan Jakarta membuat banyaknya tenaga kerja yang berpindah ke kota serta memicu relokasi pabrik-pabrik di daerah. Pada akhirnya, tenaga kerja yang tidak berpindah akan mengalami kehilangan pekerjaan sehingga ancaman kredit macet properti akan meningkat akibat meningkatnya pengangguran.
Akan tetapi, di tengah faktor penekan ekonomi Indonesia sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya pada awal-awal tahun 2014, diharapkan diakhir tahun 2014 perekonomian Indonesia akan membaik. Setidaknya hal tersebut tertolong oleh diselenggarakannya Pemilu 2014. Pemilu bisa menjadi katalis positif bagi konsumsi dalam negeri, produktivitas industri, tenaga kerja, serta membawa harapan baru bagi investor untuk kembali menanamkan modalnya di Indonesia sehingga efek negatif tapering dapat dihindari. Faktor-faktor positif lainnya yang juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia adalah adanya sektor dollar earner misalnya konsumsi, transportasi, pariwisata. Selain itu daya beli masyarakat yang tinggi akibat meningkatnya UMR juga dapat menjadi stimulus untuk konsumsi dalam negeri. Kenaikan suku bunga pada level 8% akan menjadi daya tarik tersendiri bagi investor. Ditambah dengan adanya wacana subsidi BBM yang tetap sehingga risiko fiskal menjadi rendah, mampu menambah rating Indonesia di mata investor. Akhirnya, dengan menganalisis kebijakan-kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah serta faktor-faktor positif dan negatifnya, analis ekonom Indonesia optimis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meningkat 0,2% dari realisasi pertumbuhan ekonomi tahun, yaitu menjadi 5,8% dari angka 5,6%. Salah satu penyebab utama peningkatan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,2% tersebut adalah adanya katalis Pemilu 2014 yang menyebabkan terjadinya konsumsi besar-besaran.

 

Sumber: